Beberapa orang mempunyai tanda-tanda kolesterol tinggi yang terlihat dalam jaringan tubuhnya. Penumpukan kolesterol tersebut diikenal dengan sebutan xanthomata, terutama ditemukan dalam kulit dan urat. Pada orang dengan kadar kolesterol tinggi karena faktor keturunan, penumpukkan ini kadang-kadang tampak pada kulit, seperti separuh biji kacang. Penumpukkan kolesterol ini bisa dirasakan dan dilihat pada urat dekat buku jari atau sebagai gumpalan disekitar urat Achilles (urat Achilles adalah urat yang membentang dao otot betis bagan bawah hingga tumit).
Pada peningkatan kadar lemak darah (hiperlipidemia), tanda-tanda kolesterol tinggi atau xanthomata bisa merupakan pembengkakan yang bulat, berawarna kuning atau jingga. Biasanya terletak diatas siku atau sebagai garis-garis jingga pada telapak tangan. Harus ditekankan bahwa banyak orang dengan kadar kolesterol tinggi tidak menunjukkan adanya xantomata.oleh karena itu, diagnosisi terbaik adallah dengan cara mengukur kadar kolesterol dan kadar lemak dalam darah.
Mungkin ada tanda-tanda kolesterol tinggi lain akibat meningkatnya kadar kolesterol, tetapi hal ini tidak bisa dijadikan sebagai pegangan. Sebuah lingkaran putih atau bentuk setengah lingkaran dalam kornea mata biasanya merupakan pertanda naiknya kadar kolesterol darah pada orang-orang yang berumur dibawah 30 tahunan. Namun, tanda ini lebih sering terjadi oada orang yang masuk ke dalam kelompok umur diatas 50 tahun. Hal itu tidak selalu merupakan pertanda peningakatan kadar kolesterol darah. Pertanda lainnya adalah bercak-bercak kuning dibawah kulit kelopak mata (xanthelasma). Kalau tanda ini tampak pada orang yang berumur dibawah 30 tahun maka sering dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol. Namun hal itu juga bisa terjadi pada orang yang kadar kolesterolnya normal. Ketika mengukur lemak kolesterol penting sekali untuk mengetahui wawasan terhadap insidensi penyakit jantung dalam keluarga, kebiasaan merokokmereka, serta perbandingan antara berat dan dan tinggi badan. Tekanan darah juga harus diukur. Selain itu, sedikit contoh darah diambil dari arteri papda lengan untuk memeriksa kadar kolesterol darah. Beberapa dokter mengemukakan bahwa tes ini harus dilakukan pada pagi setalh berpuasa pada malam sebelumnya. Contoh darah kemudian diperiksa untuk mengetahui kadar kolesterolnya dan terkadang untuk melihat kadar HDL kolesterol. Kasus tertentu perlu dilakukan pelengkap pengukuran kadar kolesterol dengan tes lainnya terhadap komposisi lemak darah. Namun, kadar kolesterol harus selalu diperhitungkan karena hal ini dapat dijadikan bahan pertimbangan mengenai faktor resiko penyakit jantung lain.
Upaya penurunan kadar kolesterol darah dengan cara alami, seperti diet,olahraga dan latihan, hingga usaha penurunan berat badan tidak selalu membawa hasil yang diinginkan dengan segera. Bahkan, usaha-usaha tersebut terjadang tidak tampak mngarah pada proses perbaikan. Disinilah, peran obat-obatan mulai difungsikan atau penderita mulai mengombinasikan antara aktivitas dan konsumsi suplemen serta obat-obatan pilihan sesuai petunjuk dokter.



Pembentukan radikal bebas
